Tak Mampu Bersaing, UMKM Pilih Banting Setir Jadi Reseller Produk Impor

Ketua Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny mengatakan banjirnya produk impor di e-commerce atau lokapasar membuat usaha UMKM kian terpuruk. Hermawati menyebut kondisi ini bahkan membuat banyak UMKM banting setir menjadi reseller produk impor di e-commerce.

“(Ada anggota Akumandiri) awalnya ada yang jualan pakaian, sekarang mereka reseller semua. Baju-baju seperti baju anak dan baju dewasa itu semuanya dari luar. Kalau mereka jahit sendiri, mana bisa bersaing,” ujar Hermawati saat dihubungi Republika di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Hermawati menyampaikan situasi ini tak lepas dari daya beli dan pola konsumsi masyarakat yang memilih barang lebih murah. Sementara itu, lanjut dia, produk UMKM relatif memiliki harga lebih mahal karena adanya sejumlah komponen biaya produksi, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, hingga kewajiban pajak.

“Jadi itu yang membuat mereka tidak bisa bersaing. Mereka berusaha sebagai UMKM karena lapangan pekerjaan tidak tersedia,” ucapnya.

Hermawati mengatakan banjir impor yang merambah e-commerce kini sudah meliputi berbagai jenis produk. Tak hanya pakaian, dia menyebut sektor pertanian seperti bawang merah juga terdampak.

“Jadi dari sisi harga, sudah tidak mungkin lagi bersaing,” sambungnya.

Hermawati mengatakan asosiasi sudah lama menyuarakan kepada pemerintah untuk menekan produk impor. Ia berharap Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, dan Kementerian Keuangan dapat mengambil langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan UMKM.

“Saya sebagai orang yang memang membawa UMKM juga rasanya sia-sia kita berteriak di ruang hampa. Sudah dari dulu kita suarakan ini, kok begini-begini saja,” kata Hermawati.

Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan penahanan pemilik PT Blueray Cargo (BR), John Field, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dalam impor barang KW (tiruan) ilegal menjadi momentum untuk melindungi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

“Perlu diketahui, saya berharap momentum ini bisa dijadikan sebagai momentum keseriusan kita semua untuk berpihak, melindungi, serta mendorong peningkatan daya saing UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Maman di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan penahanan pemilik PT Blueray Cargo (BR), John Field, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dalam impor barang KW (tiruan) ilegal menjadi momentum untuk melindungi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

“Perlu diketahui, saya berharap momentum ini bisa dijadikan sebagai momentum keseriusan kita semua untuk berpihak, melindungi, serta mendorong peningkatan daya saing UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Maman di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa dukungan berbagai pihak, seperti organisasi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Kementerian UMKM, hingga perbankan dalam pembiayaan usaha mikro dan kecil, akan menjadi sia-sia apabila produk UMKM sulit dijual di pasar.

“Karena market kotor dan becek. Kenapa kotor dan becek? Dipenuhi barang-barang ilegal, barang impor dari China dengan harga yang sangat murah. Akhirnya UMKM kita mati,” kata Maman.

Sumber: https://ekonomi.republika.co.id/berita/taakn8490/tak-mampu-bersaing-umkm-pilih-banting-setir-jadi-reseller-produk-impor