Asosiasi Industri UMKM Indonesia (AKUMANDIRI) audiensi dengan Mentri Perdagangan RI, gali potensi Ekspor Pelaku usaha Industri UMKM

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menerima kunjungan Ketua Umum Asosasi Industri UMKM (IUMKM) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (13 Mar).

Mendag menyampaikan, UMKM yang belum siap agar dikomunikasikan untuk diberikan pelatihan. Untuk UMKM yang sudah siap dapat diikutkan dalam program UMKM BISA Ekspor.

Mendag juga meminta asosiasi IUMKM untuk mengkurasi UMKM yang menjadi anggotanya untuk mengetahui negara mana saja yang menjadi tujuan ekspornya.

Dalam Kesempatan Audiensi, Pengurus Asosiasi Industri UMKM Indonesia yang diwakili oleh Hermawati Setyorinny, (Ketua Umum). Reza Rizky Hermawan (Ketua DPW Prov. Jawa Barat). Henny Fauziah (Ketua Bid Organisasi dan Keanggotaan), Dyah Probondari (Ketua Bid Hukum, Advokasi dan HAKI), Sandi Suwardi Hasan (Ketua Bid Kerjasama Usaha, Lembaga dan Kemitraan), Andy Djoyo Budiman (Ketua Bid Informasi dan Teknologi) dan Hika Transisia AP (Ketua DPW Prov. Banten) menyampaikan banyak hal terkait pentingnya sinergi dan keterbukaan Informasi Kementerian Perdagangan dengan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan menengah, terutama pengusa Mikro dan Kecil.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi IUMKM mengharapkan adanya sinergi dan bimbingan Kemendag untuk para UMKM agar dapat melakukan ekspor.

Diskusi Pengurus AKUMANDIRI dengan Mentri Perdagangan RI
Dalam pemaparannya Hermawati Setyo Rinny Ketua Umum Akumandiri menyampaikan bahwa pentingnya kebijakan atau regulasi dari pemerintah yang pro UMKM untuk bisa memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha mikro agar bisa memasarkan produk hasil industri UMKM baik berupa barang maupun industry UMKM dalam bentuk Jasa seperti industry dibidang informasi dan tekhnologi misalnya program aplikasi dan software.

“Kami para pelaku UMKM, terutama Pengusaha Mikro dan Kecil kesulitan dalam memperoleh informasi dan mendapatkan pembinaan dari pemerintah untuk melakukan pemasaran produk, baik pemasaran local, apalagi pemasaran Ekspor, oleh karena itu kami berharap terbangun sinergi antara pemerintah dengan para pelaku UMKM melalui Asosiasi IUMKM” Ujar Rini.

Pada kesempatan ini, Mendag didampingi oleh Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi; Sekretaris Ditjen PEN, Arief Wibisono; Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, Bayu Wicaksono; Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri, Dewi Rokhayati; dan Kepala Biro Humas, N.M. Kusuma Dewi.

Menanggapi hal tersebut Budi Santoso, Menteri perdagangan Republik Indonesia menyampaikan bahwa Pemerintah sangat terbuka dan telah melakukan banyak program program pembinaan baru para pelaku UMKM dengan harapan meningkatnya nilai ekspor Indonesia secara Nasional.

“Pemerintah Republik Indonesia melalui kementerian perdagangan sudah menjalankan beberepa program yang bertujuan untuk peningkatan kemampuan sdm dan nilai ekspor bagi para pelaku UMKM, diantaranya Program UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi atau disebut program UMKM BISA Ekspor, Eksport Coaching Program (ECP), program NEXT (New Export Breaktrough), Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) dan masih banyak program lainnya” jelas Budi.

Menyambung penjelasan Mentri Perdagangan, Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional menambahkan bahwa pihak Kementerian Perdagangan RI siap bersinergi dengan AKUMANDIRI dalam Upaya pembinaan dan pelatihan terkait Ekspor produk dan barang jasa.

“Karena Akumandiri merupakan Asosiasi yang memiliki anggota, silahkan mengajukan kelas khusus untuk pelatihan dan pembinaan, nanti akan kita upayakan langkah langkah dalam pelaksanaan kelas khusus bagi anggota asosiasi UMKM” Ujar Fajarini.

penyerahan plakat ucapan terima kasih kepada mendag
Sebagai penutup ada penyerahan plakat ucapan terima kasih dari Hermawati Setyorinny, Ketua Umum Akumandiri kepada bapak Budi Santosa Menteri Perdagangan Republik Indonesia, dan foto bersama dengan bapak menteri perdagangan dengan seluruh pengurus Akumandiri.

Sumber: infonasional.com